SIKAP TERHADAP MUSIBAH

Posted by ZUARDI ZAIN Selasa, 20 Oktober 2009 0 komentar

Artinya: “Dan sungguh Kami akan mencobai kamu dengan sesuatu berupa ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta, jiwa, buah-buahan,dan sampaikanlah  khabar kembira kepada  orang-orang yang sabar.Yaitu orang-orang yang apaabila ditimpa musibah, mereka berucap “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un” (sesungguhnya kami milik Allah  dan kepadaNyalah kami kembali ) Q.S.2.Al-Baqarah:155 – 156.
          Berbagai macam peristiwa sejak dahulu kala sampai dengan sekarang telah terjadi dan berlangsung dari masa kemasa dibanyak tempat pada belahan dunia ini,apakah itu didrat,apakah itu dilaut, mauapun diudara.Peristiwa yang kita maksud yaitu peristiw yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia dn musnahnya harta dn kekayaan yang telah dengan susah payah diusahakan dan dikumpulkan tetapi,dalam waktu sekejap dan tidak terduga lenyap akibat terjadinya peristiwa musibah.
          Manusia hamba-hamba Allah bagaimanapun hebatnya dengan kelebihan-kelebihan yang diberikan Allah kepada mereka  tidak ada yang mampu untuk menghindar dari berbagai peristiwa musibah yang terjadi tersebut.Apakah didarat ,seperti kecelakaan kendaraan,runtuhnya bangunan,tanah longsor akibat gempa,banjir lumpur semisal di Sidoarjo lumpur LAPINDO yang cukup luas mengkibatkan kesengsaraan dlsb, dilaut atau disungai seperti tenggelam kapal ,perahu,banjir laut atau sungai.,yang terhebat gelombang besar air laut sebagaimna terkenal dengan istilah tsunami,dlsb, diudara seperti kecelkaan pesawat,angin puting beliung,topan tornado,badai gurun dlsb.
          Akibat – akibat yang dirasakan dan bahkan membuat orang menjadi menderita bermacam kerugian dari berbagai musibah seperti yang tersebut dalam firman Allah ayat 155  surah Al-baqarah diatas yaitu berupa :
  1. Ketakutan
  2. Kelaparan
  3. Kekurangan harta
  4. Kekurangan jiwa
  5. Kekurangan buah-buahan (makanan).
      
          Karena berbagai macam musibah dengan akibat-akibat yang ditimbulkannya dan tidak ada yang dapat menghindar atau lari dari kenyataan-kenyataan itu maka,Allah memberikan tuntunan kepada kita sebagaiman disebutkan dalam ayat 156 surah Al-baqarh,bahwa dalam menyikapi dan menghadapi berbagai macam bentuk musibah dan akibat yang ditimbulkannya harus disikapi dengan “SABAR”.dengan ucapan “INNAA LILLAAHI WAINAA ILAIHI RAJI’UN” yang artinya”Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali”.
          Yang menjadi perhatian besar bagi kita bukan tentang musibah itu dengan segala akibatnya,akan tetapi bagaimana supaya dapat mengambil pelajaran-pelajaran dan hikmah-hikmahnya dan yang paling penting dan utama lagi bagaimana kita menyikapi musibah-musibah dengan segala akibatnya dari sudut pandang iman/aqidah dan akhlaq.
          Kenyataan-kenyataan yang terjadi ditengah umat manusia dalam menyikapi musibah terutama yang masih ada iman didanya maka,mereka tersentak dan teringat kepada Allah sehingga disamping menerima musibah-musibah dengan sabar juga timbul beberapa sikap sbb:

Pertama ; Mengoreksi diri dan keadaan umat.
          Melakukan evaluasi terhadap diri dan keadaan umat  apakah sudah terlalu jauh menyimpang dari tuntunan dan petunjuk Allah sehingga musibah yang terjadi sangat pantas ditimpakan sebagai peringatn keras dari Allah Yang Maha Kuasa dan sebagai tanda kasih sayang Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya yang beriman.Dengan melakukan koreksi dan evaluasi ini merupakan sikap iman dan akhlaq yang benar sehingga, menimbulkan kesadaran untuk memperbaiki diri dan umat secara bersama-sama supaya kembali kepada tuntunan dan ajaran agama yang telah diyakini.

Kedua : Mohon ampun dan tobat
           Setelah koreksi diri dan keadaan umat dilakukan ternyata, memang sudah banyak yang  menyimpang dari ajaran dan tuntunan agama yang benar sesuai keyakinan sehingga sudah terlalu banyak dosa dan kesalahan maka,baik secara pribadi maupun secara massal perlu mohon ampun dan tobat atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.Mohon ampun dan tobat ini akan mengembalikan dan menumbuh suburkan iman yang ada dalam dada,dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh serta dengan penuh harap cemas tapi yakin bahwa Allah memberikan keampunan dan menerima tobat karena Allah Maha Pengampun dan Penerima tobat.

Ketiga : Bersyukur
           Barangkali ada orang yang heran dan merasa aneh kok musibah disyukuri ? Bagi orang yang beriman kata Rasulullah Muhammad SAW. “semua keadaan baik baginya bila diberi nikmat dia bersyukur,sedangkan bersyukur itu baik baginya artinya dapat pahal dan bila ditimpa musibah dia bersabar,sedangkan bersabar itu juga baik baginya karena,dengan kesabaran itu diberikan pahala oleh Allah SWT”.Bersyukur ditimpa musibah  maksudnya dapat memahami dan mengambil hikmah dibalik musibah dengan segala akibatnya itu,sebagai contoh;seorang beriman yang ditimpa musibah dia masih berucap dengan ucapan  syukur alhamdulillah hanya harta yang habis tapi yang penting semua kami selamat.Jangankan harta benda, jiwa kita juga milik Allah.harta yang pernah diberikan diambil kembali, harus kita syukuri bahwa selama ini kan sudah pernah kita nikmati harta tersebut.

Keempat : Redha menerima musibah dengan segala akibat yang ditimbulkan.
           Menyadari dosa dan kesalahan diri dan umat yang sudah banyak menyimpang dari kebenaran maka, musibah dan segala akibat yang diderita harus diterima dengan redha dan tidak menyalah kan siapa-siapa.Menerima musibah dengan redha merupakan kekuatan iman dan sikap akhlaq mulia.Disamping itu hal ini akan menjadi tempaan bagi peningkatan keimanan dan meningkatkan ketergantungan kepada Allah serta pengakuan terhadap kekuasaan Allah.Bagaimanapun hebatnya manusia dengan kelebihan yang dimilikinya tidak akan pernah mampu melawan kekuasaanAllah.Sikap menerima dengan redha terhadap musibah ini juga akan membawa ketenangan jiwa jauh dari kegelisahan.

Kelima : Mendekatkan diri kepada Allah  
           Setelah mengoreksi diri dan keadaan umat,kemudian mohon ampun dan tobat serta menerima musibah dengan redha maka,sikap selanjutnya harus berusaha dengan giat untuk meningkatkan ibadah dan amal shaleh.Hal ini merupakan usaha meningkatkan pendekatan hubungan dengan Allah serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dan makhluq lainnya.Disamping itu juga untuk untuk mengejar ketertinggalan serta kekurangan dan kelalaian masa lalu.Sehingga dengan demikian semangat dan kesadaran untuk meningkatkan ibadah dan amal shaleh menjadi terpacu.
Keenam: Tetap mengantungkan harapan kepada Allah .
           Bagi orang-orang beriman tidak ada istilah putus asa tapi tetap optimis dan semangat,bahwa semua musibah yang terjadi adalah percobaan dari Allah.Semuanya adalah milik Allah,diberikan oleh Allah dan diambil kembali oleh Allah adalah memang hakNya.Semua yang pernah diberikan dan kemudian diambil kembali  oleh Allah apabila diterima dengan redha dan tidak pernah berburuk sangka kepada Allah maka,mudah-mudahan Allah akan memberikan yang lebih baik lagi dan yang sudah musnah dan hilang atau diambil kembalim oleh Yang Maha Memiki.Oleh karena itu tidak ada kamus bagi orang beriman yang namanya putus asa tapi tetap optimis dan bersemangat,bahwa Allah akan memberikan rahmat dan nikmatNya kepada hamba-hambaNya yang sabar,bersyukur dan mohon ampun atas segala dosa dan kesahalan,redha menerima musibah serta sadar dan meningkatkan hubungan dengan Allah juga  memperbaiki hubungan sesama manusia dan makhluq lainnya.

Ketujuh : Menyadari bahwa hidup dan kehidupan dunia hanya sementara
         Musibah – musibah yang terjadi dengan segala akibatnya baik korban jiwa maupun kehilangan harta benda,akan menyadarkan orang-orang beriman tentang hidup dan kehidupan ,serta semua kesenangan hidup dunia ini tidak ada yang kekal dan abadi tetapi,semuanya fana atau ada batas dan akhirnya.Orang beriman yakin bahwa hidup dan kesenangan hidup yang abadi adalah diakhirat nanti.Oleh karena itu maka,musibah-musibah yang terjadi dengan segala akibatnya akan memberikan pelajaran dan peringatan bagi orang-orang beriman untuk sebuah kesadaran bahwa hidup dan kehidupn dunia hanya sementara.
        

Baca Selengkapnya ....
Posted by ZUARDI ZAIN Sabtu, 19 September 2009 0 komentar
WASPADA TERHADAP KESOMBONGAN
Oleh : Zuardi Zain.
Allah berfirman,yang artinya : “Wahai Iblis,apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku.apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi ?”.Iblis berkata,Aku lebih baik daripadanya,karena Engkau ciptakan aku dari api,sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.Q.S.38,Shad:75-76.
Setelah Allah SWT.menciptakan Adam AS.maka diperintahkanlah untuk sujud kepada Adam,semuanya sesuai perintah Allah sujud kepada Adam kecuali yang tidak mau sujud adalah Iblis.Ketika itu Allah tanyakan kepada Iblis kenapa kamu tidak mau sujud kepada yang telah Akau ciptakan dengan kekuasaanKu apakah kamu mmenyombongkan diri atau merasa termasuk golongan yang lebih tinggi ? ternyata Iblis dengan lantang menjawab bahwa dia lebih baik daripada Adam karena,diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah.
Disebabkan karena Iblis merasa punya kelebihan daripada Adam maka pada waktu Allah memerintahkan untuk sujud kepada Adam maka,Iblis tidak mau alias membangkang terhadap perintah Allah.Hal pokok yang menyebabkan Iblis membangkang terhadap perintah Allah adalah “merasa punya kelebihan dan melecehkan Adam”.Dan setelah peristiwa pembangkangan Iblis tersebut maka Allah mengusir Iblis dari syurga dengan menyatakan kemarahanNya yaitu mengutuk iblis dan menangguhkan azab sampai hari pembalasan.
Sejak pengusiran Iblis dari syurga oleh Allah dan menyatakan Iblis sebagai makhluk yang terkutuk maka Iblis memohon diberikan penangguhan Allah memberikan tangguh sampai hari pembalasan.Tujuan Iblis memohon penangguhan kepada Allah ialah untuk mempergunakan kesempatan penangguhan tersebut akan digunakan membujuk rayu dan memperdayakan Adam AS. dan anak cucu mereka supaya menjadi pengikut Iblis.Dengan berbagai taktik dan starategi yang diterapkan oleh Iblis untuk membujuk rayu Adam dan Hawa akhirnya dia berhasil memperdayakan mereka berdua sehingga Adam dan Hawa juga mendapat hukuman dari Allah dikeluarkan dari syurga.
Sebuah keberhasilan besar yang dicapai oleh Iblis memperdaya Adam dan Hawa sehingga diusir keluar dari syurga.Setelah itu Allah menempatkan Adam dan Hawa dibumi sebagai tempat tetap sementara dan Allah peringatkan lebih keras lagi kepada Adam dan Hawa supaya berhati-hati terhadap bujuk rayu Iblis dan Syaithan serta memperingatkan bahwa Iblis dan Syaithan adalah musuh Allah dan juga musuh yang nyata bagi Adam dan Hawa berserta anak cucu mereka.Jadilah Adam dan Hawa beserta anak cucunya berkehidupan dibumi dengan tugas sebagai khalifah untuk memakamurkan bumi.
Sejak kehadiran Adam dan Hawa dibumi maka,wilayah operasi Iblis dan Syaithan juga beralih dari syurga kebumi.Salah satu ajaran Iblis dan Syaithan yang terus dibisikkan dan dipromopsikan kepada anak cucu Adam adalah membanggakan kelebihan yang dimiliki masing-masing (yang diberikan Allah) sehingga dengan demikian anak cucu Adam akan terpedaya dan terpesona dengan kelebihan –kelebihan tersebut yang pada gilirannya akan merusak keimanan dan menghancurkan kehidupan manusia dari menta’ati Allah menjadi menta’ati Iblis dan Syaithan.
Merasa bangga dengan kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Allah yang kemudian merasa milik sendiri inilah awal sesorang akan menjadi pengikut Iblis dan Syaithan yang menyombongkan diri karena merasa punya kelebihan sehingga membangkang terhadap perintah Allah.Merasa punya kelebihan yang dibangga-banggakan dan mengaggap enteng orang lain akan menjadikan seseorang dapat menaik kebanggaan tersebut menjadi sebuah kesombongan.
Allah SWT.memang memberikan anugerah kepada masing-masing hambaNya yang dengan demikian punya efek positif supaya mereka dapat saling menghargai dan menghormati serta saling membantu dengan kelebihan-kelebihan yang diberikan kepada mereka sehingga tugas-tugas kekhalifahan dibumi dapat dengan sempurna dilaksanakan sekaligus akan mendapatkan pencapaian hasil yang sempurna pula.Sebaliknya apabila kelebihan yang dimilki masing-masing tidak difungsikan secara positif maka yang akan terjadi adalah persaingan hidup yang tidak sehat dan akan merugikan kehidupan manusia itu sendiri seperti;permusuhan,hasad dan dengki,fitnah dan pembunuhan sampai kepada peperangan baik yang beskala kecil maupun berskala besar.Sebagai contoh bagaimana orang-orang yahudi yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT.sampai dengan hari kiamat kegiatan mereka tetap akan mengancam keselamatan bangsa-bangsa lain didunia karena kelebihan yang Allah berikan kepada mereka tidak mereka syukuri dan telah mereka salah gunakan dengan kesombongan dan kebanggaan yang berlebihan.
Oleh karena demikian supaya kita dapat senantiasa mewaspadai virus kesombongan yang dapat menghinggapi setiap orang maka perlu mengetahui apa-apa saja yang dapat menjadikan seseorang itu menjadi sombong atau dihinggapi penyakit kesombongan.Pada pokoknya hanya satu saja yaitu “Membanggakan kelebihan yang dimiliki dan menganggap remeh (leceh) atau enteng terhadap yang lainnya”.Apakah kelebihan dari segi ilmu pengetahuan,kelebihan kekuatan fisik,cantik molek.Apakah kelebihan dari segi harta,pangkat jabatan,kekuasaan,keturunan atau malah merasa lebih taat dalam beribadah juga dapat terkena virus kesombongan.

Baca Selengkapnya ....

JANGAN SAMPAI TERULANG ! ! !

Posted by ZUARDI ZAIN Kamis, 17 September 2009 0 komentar

JANGAN SAMPAI TERULANG  ! ! !                                                                                                                                                                     TRAGEDI PASURUAN DALAM PENYALURAN ZAKAT
MENELAN KORBAN 21 ORANG MENINGGAL
             Secara  umum diberitakan oleh media masa bahwa pada tanggal 15 September 2008 atau 15 Ramadhan 1429 telah terjadi suatu tragedi yang menelan korban jiwa sebanyak 21 orang meninggal akibat berdesakan antrian menunggu pembagian zakat dikomplek pekarangan rumah dari seorang kaya bernama H.Saikon diPasuruan Jawa Timur.Menurut informasi bahwa lebih dari 2500 orang miskin sejak paginya telah berdatangan dan menunggu pembagian zakat yang akan mereka peroleh berkisar tiga puluh ribu rupiah perjiwanya.Disamping korban meninggal  ada lagi yang harus dirawat dirumah sakit.Menurut keterangan bahwa peristiwa yang sama pada tahun yang lalu juga terjadi pada tempat yang sama dengan korban dua orang meninggal dunia.
              Peristiwa tersebut sebenarnya tidak harus terjadi apalagi dalam kegiatan penyaluran zakat yang merupakan kewajiban agama dan juga ibadah,apabila sistem penyaluran zakat diikuti sesuai dengan sistem yang telah ditentukan oleh agama itu sendiri.Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat              maka Allah.SWT. telah memberikan satu senif yang berhak menerima dari zakat itu yang disebut dengan ‘Amil atau petugas pekerja yang mengurusi zakat.Dalam Q.S.9.At-Taubah :60.Allah berfirman yang artinya:”Sesungguhnya zakat-zakat itu,hanyalah untuk orang-orang fakir,orang-orang miskin,pengurus-pengurus zakat,para muallaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekakan) budak,untuk orang-orang yang berhutang,untuk dijalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan ,sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
              Ditilik dari banyaknya jumlah calon penerima zakat pada peristiwa dirumah H.Saikon tersebut,seharusnya ditangani oleh pengurus  atau ‘amil zakat yang jumlah personilnya terperkirakan dan sistem penyalurannya juga terencana serta tempat pembagiannya cukup tersedia (tidak berdesakan) untuk menampung antrian penerima zakat.Atau ada cara lain dengan pengaturan pengurus zakat/‘amil bekerja maksimal dengan terlebih dahulu mendata calon penerima zakat kemudian membagikan kupon-kupon kepada mustahiq zakat.Akan lebih sangat muslihat lagi dengan kerja keras para pengurus ‘amil zakat yang datang mengunjungi para mustahiq mengantarkan zakat-zakat tersebut.
              Barangkali ada orang yang menganggap bahwa menyalurkan zakar dengan mengantarkanya kepada para mustahiq suatu hal yang berlebihan.Sebagai perbandingan setelah terjadi peristiwa gempa dan gelombang laut tsunami pada awal-awal kejadian keAceh berdatangan para relawan dari berbagai negara donor membawa bantuan.Mereka menyalurkan bantuan berupa makanan,obat-obatan,uang,pakaian,dan berbagai kebutuhan para korban dengan cara langsung datang kelokasi-lokasi para pengungsi  dimanapun mereka berada.Yang notabenenya mereka tidak kenal dengan para pengungsi penerima bantuan-bantuan tersebut dan malah mereka kebanyakan bukan dari kalangan muslim.Berbeda dengan calon penerima zakat umumnya dapat dikenal oleh para pengurus /’amil zakat.
             Semoga tragedi Pasuruan Jawa Timur ini menjadi perhatian serius bagi segenap kaum muslimin tidak hanya yang terlibat dalam pengurusan zakat saja.Juga yang lainnya.

Baca Selengkapnya ....

Mesjid Baiturrahim Ulee Lheue

Posted by ZUARDI ZAIN Rabu, 09 September 2009 0 komentar


                     MASJID BAITURRAHIM ULEE LHEUE - BANDA ACEH


Masjid Biturrahim yang terletak dipinggir pantai Ulee Lheue merupakan saksi bisu dari peistiwa gempa dahsyat dan gelombang besar dari laut (Tsunami) yang terjadi pada 26 Desember 2004.Satu-satunya bangunan yang masih tetap berdiri kokoh dan tidak roboh dipinggir pantai ini,barangkali orang akan menyebutnya sebagai suatu keajaiban.Kenapa demikian karena bangunan-bangunan lainnya ludes disapu oleh gelombang tsunami yang mempunyai kecepatan dan kekuatan yang telah meluluh lantakan bangunan-bangunan,besar dan kecil,permanen atau tidak permanent,namun Masjid Baiturrahim tetap berdiri kokoh tidah roboh.Kegiatan masjid ini kembali aktif dengan kegiatan pertamanya melaksanakan shalat ‘Idul Adha 1425 H.kemudian terus berlajut dengan pelaksanaan shalat beerjama’ah lima waktu.Anggota masyarakat yang ada terutama yang berada dalam wilayah kecamatan Meuraxa yang selamat terhindar dari maut secara spontan mendukung untuk pengaktifan kembali kegiatan Masjid ini.

Masjid Baiturrahim dibangun untuk pertama sekali,seperti dijelaskan oleh Imam Besar nya Tgk.Rosman Daudy yaitu pada tahun 1342 H. sedangkan Imam yang pertama pada waktu itu bernama Tgk.H.Muhammad Thahir,dan kemudian selanjutnya atau Imam yang kedua bernama Tgk.H.Hanafiah (orang tua dari H.Jakfar Hanafiah.Ditilik dari umur Masjid Baiturrahim kiranya ada pihak-pihak tertentu memberikan perhatian untuk menyusun sejarah masjid kokoh dan saksi bisu dari peristiwa besar dalam abad ini.

Bantuan untuk merehab bangunan Masjid pada tahap pertama diperoleh dari NGO LA FAS asal Prancis,yang diberikan melalaui PT.Semen Andalas Indonesia (PT.SAI) Pengerjaan rehab pada tahap pertama ini dinilai kurang berkualitas terutama pemakaian bahan-bahan kayunya.Tetapi kata pengurus Masjid hal itu dapat dimaklumi karena betapa sulitnya untuk mendapatkan bahan bangunan pada waktu baru-baru sesudah musibah tsb. Walaupun tidak roboh atau runtuh digoncang gempa dahsyat dan diterjang gelombang laut tsunami namun,kemudian diawal-awal susudah musibah besar tersebut pemerintah dengan BRR nya mengumumkan bahwa dalam radius lebih kurang empat kilometer dari bibir pantai terutama daerah yang terkena gelombang besar tsunami,tidak dibenarkan untuk mendirikan bangunan.(walaupun larangan ini kemudian diabaikan oleh semua pihak)Menurut Tgk.Rosman Daudy Imam besar Masjid Baiturrahim bahwa ketua BRR Kuntoro pernah memperingatkan kepada Tgk.Bukhari selaku Badan Kemakmuran Masjid (BKM) supaya tidak merehab bangunan Masjid Baiturrahim tetapi,dengan dukungan jama’ah masyarakat maka mereka bertekad akan tetap merehab bangunan Masjid pada bagian-bagian yang rusak,dan dalam rentang waktu yang terbilang lama maka,sekarang Masjid Baiturrahim sudah lebih bagus lagi bangunannya daripada sebelum musibah gempa dan tsunami.

Satu ketika sesudah musibah besar gempa dan tsunami pernah datang berkunjung sebuah NGO dari Afrika Selatan Al-Imdad namanya menawarkan kepada pengurus masjid untuk membangun Masdjid Baiturrahim tetapi,dengan syarat bangun asli yang masih ada harus dibongkar alias diruntuh semuanya,namun BKM dengan dukungan jama’ah dan masyarakat tidak dapat menerima tawaran pemabangun tersebut yang mensyaratkan bangunan lamanya harus dibongkar.

Kemudian tawaran untuk membangun Masjid Baiturrahim ini datang lagi darai pihak lain yaitu;pada waktu Sultan Hasanul Bolkiyah dari Brunai Darussalam datang berkunjung,beliau menawarkan untuk diberikan kesempatan untuk membangun Masjid Baiturrahim dengan syarat bangunan yang asli semuanya harus dirubukan atau dibongkar.Lagi-lagi BKM dengan dukungan jama’ah dan masyarakat tidak mau menerima peersyaratan tersebut.Namun berbeda dengan Al-Imdad dari Afrika Selatan yang tidak muncul lagi sampai dengan sekarang,Sultan Brunai kemudian memberikan bantuan untuk membangun sebuah menara Masjid dengan dana Rp.3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah).Walaupun menurut pemborong yang melaksanakan pekerjaan pemabayarannya tersendat,pembangunanmenara telah lam selesai tapi dananya baru dibayarkan separoh dari harga kontrak kerja.

Permasalahan yang dihadapi sekarang ini dituturkan oleh imam besarnya yaitu tenaga pengelola masjid baik imam maupun muazin dan khadamnya yang semula sebelum musibabah bertempat tinggal dirumah mereka masing-masing yang berada tidak jauh arah belakang masjid berkisar seratus sampai seratus lima puluh meter,Namun sekarang mereka yang selamat termasuk imam besarnya bertempat tinggal dirumah yang dibangun untuk para korban musibah yang tidak lagi mempunyai tanah.Lokasi perumahan ini dengan Masjid Baiturrahim bejarak tujuh kilometer lebih.Untuk kebutuhan rumah imam dan muazin/khdam ini sudah ditempuh usaha mendapatkan bantuan dari Hamlah sebuah NGO dari Saudia Arabia.

Bantuan dari Badan Rerokonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dan Nias pengurus mengaku hanya menerima bantuan sebanyak Rp.600.000.000,-(enam ratus juta rupiah).Sejatinya BRR harus membantu sepenuhnya untuk merhabilitasi bangunan Masjid Baiturrahim tapi kenyataannya memang sudah begitu,malah ocehan masyrakat mengatakan bahwa banyak mesjid yang tidak rusak terkena musibah gempa dan tsunami malah mendapatkan bantuan yang berlebih.

Bangunan-bangunan yang masih diperlukan yaitu tempat belajar bagi anak-anak membaca Al-Qur’an atau juga dikenal dengan gedung TPA/TPQ.Yang sebelum tsunami mereka memiliki lima local ruang belajar tapi sekarang belum lagi ada samasekali demikian disampaikan oleh Imam Besar Masjid Baiturrahim.Terakhir sekali yang menjadi beban agak berat sekarang ini adah untuk biaya operasional dan perawatan.pada awal-awal sesudah musibah alhamdulillah lumayan sedekah para pengunjung dan juga dari jama’ah serta masyarakat.Sekarang ini yang memberikan sedekah dan infaq untuk masjid umumnya dari jama’ah dan masyarakat sekeliling,tentu jumlahnya sangat terbatas,jadi perawatan dan biaya operasional masjid merupakan masalah yang masih belum teratasi secara penuh.(ZZ)

Baca Selengkapnya ....

Mengejar Rahmat Allah di Bulan Ramadhan

Posted by ZUARDI ZAIN Kamis, 20 Agustus 2009 0 komentar
Mengejar Rahmat Allah di Bulan Ramadhan “Barang Siapa yg bergembira menyambut datangnya Bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan Tubuhnya disentuh api Neraka”. Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan, Selamat datang Wahai Bulan Ramadhan…. Tak Lupa saya mengucapkan Mohon maaf kepada seluruh member BisnisDavit dan Member RahasiaWebsitePemula jika selama ini ada salah dan khilaf yg dilakukan. Semoga Bulan Ramadhan ini dapat kita lalui dengan hati yg bersih. Kalau pada tulisan sebelumnya saya menulis ada sekelompok orang yg berharap Masuk Surga dengan melakukan Teror, maka kali ini kita melihat Rahmat Allah sudah ada di depan mata yg bisa mengantarkan kita kepada Surga-NYA yg sebenarnya. Kalaulah Allah sudah mengharamkan tubuh kita disentuh api neraka karena kegembiraan menyambut bulan Ramadhan, hampir dipastikan tempat tubuh kita adalah di Surga. Karena kehidupan akhirat nanti cuma ada 2 tempat ; kalau gak di neraka, ya di surga. Dan sebaliknya. Tentu kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadhan dimulai dari persiapan-persiapan kita sebelum melaksanakan ibadah Ramadhan, hingga selesainya ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain selama bulan tsb. Dan tak kalah pentingnya adalah istiqomah menerapk"

Baca Selengkapnya ....

MENGIGAT KEMATIAN

Posted by ZUARDI ZAIN Selasa, 18 Agustus 2009 0 komentar
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami”.Q.S.21.Al-Anbiya`:35.
Ini merupakan suatu ketegasan dari Allah kepada setiap yang bernyawa pasti suatu ketika akan mengalami mati sebagai akhir dari kehidupan didunia ini.Rela atau tidak rela senang atau tidak senang,suka atau tidak suka namun mati itu pastilah akan datang menjemput setiap yang bernyawa.Tidak ada hamba Allah yang dapat membantah bahwa kematian adalah suatu keharusan bagi setiap yang bernyawa.Dan ini sudah menjadi kenyataan yang tidak seorang pun memungkirinya,hanya saja tidak semua orang selalu teringat kepada mati tersebut,malah sedikit orang yang secara sadar selalu ingat bahwa suatu ketika yang waktu dan tempatnya tidak diketahui.dia akan mati atau mengalami kematian. Suatu hari diberitakan bahwa telah meninggal dunia seorang remaja puteri nan cantik jelita,sopan dengan akhlak mulia,aktif dalam berbagai organisasi remaja dan dakwah,telah banyak meraih prestasi baik disekolah ataupun dalam kegiatan-kegiatan lainnya sehingga,namanya tidak asing lagi dikalangan remaja bahkan dikalangan orang tua juga tidak kalah popular kemasyhuran namanya dikalangan kanak-kanak.Dia meninggal tanpa sakit ataupun disebabkan lainya bahkan dia meninggal dirumah orang tuanya setelah beberapa saat yang lalu ikut meramaikan sebuah peringatan hari besar islam yang menampilkannya sebagai seorang qari`ah jemputan untuk membaca beberapa ayat kalam ilahi diawal acara tersebut.Tidak berjarak hitungan menit juga diberitakan isteri pertama dari seorang pejabat ternama mendadak pingsan dan kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir,diduga karena terkena serangan jantung yang mengakibatkan kematiannya.Sementara itu keesokan harinya juga diberitakan telah meninggal seorang ibu hamil dalam kendaraan yang membawanya kerumah sakit nyawanya tidak tertolong lagi karena terlalu banyak mengeluarkan darah begitu pula bayinya juga tidak dapat diselamatkan. Ada pepatah mengatakan bahwa;mumbang (putik) akan jatuh,kelapapun (baik yang muda apalagi yang tua) akan jatuh dan bunga-bungapun berguguran.Artinya kematian itu tidak harus menunggu usia tua atau lanjut tetapi,yang mudapun sering lebih dahulu mati daripada yang tua tidak jarang pula kanak-kanak dan bayipun lebih dahulu mati daripada orang yang sudah tua,bahkan janin-janin dalam kandungan juga berguguran sebelum dapat hidup didunia fana.Demikian Allah menetapkan takdir dan memperlihatkan kekuasaanNya.Tidak ada yang dapat memprotes dan menyangkal kehendak Allah SWT. Hamba Allah yang diberi rahmat dan karunia berupa kecerdasan akal,kekayaan,kekuasaan,kecantikan,kekuatan dlsbnya juga tidak ada yang dapat bertahan atau mengelak apalagi lari dari kematian.Katakanlah seorang dokter yang sangat ahli dan berpengalaman juga tidak ada sejarah yang mencatatnya dapat menghindar dari kematian.Pejabat-pejabat penguasa-penguasa besar bahkan yang mendakwakan dirinya sebagai Tuhan seperti Fir’un dimasa nabi Musa A.S. tidak luput dari peristiwa mati dan kematian.Betapa hebat dan lengkap pengawalan dan perawatan kesehatannya bagi para penguasa dan pejabat apapun dia namun tetap dicabut nyawanya oleh malaikatul maut. Kematian kadang-kadang terlihat dan diketahui penyebabnya seperti,karena kecelakaan lalu lintas didarat disebabkan tabrakan antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya yang mengakibatkan pengendaranya mati atau yang ada penumpang juga mati,atau menabrak sesuatu atau pula jatuh kejurang dan ada pula yang terbalik sedang melaju dengan kecepatan tingi yang mengakibatkan kematian.Ada pula yang mati karena mengalami kecelakaan lalu lintas dilaut tenggelam kapal,demikian pula ada yang mati karena mengalami kecelakaan lalu lintas diudara meledak pesawat atau pesawatnya jatuh terbakar.Demikian pula tidak jarang yang mati karena kecelakaan kerja, karena diserang oleh penyakit yang berbahaya,ada juga yang mati karena perkelahian,peperangan dan juga ada yang karena bunuh diri sudah putus asa,kecewa dalam hidup.Banyak pula yang mengalami kematian karena bencana-bencana lainnya seperti,diterjang banjir air sungai atau air laut gelombang tsunami,tertimpa tanah longsor,tertimpa dan terjepit akibat gempa bumi,akibat kekeringan dan kelaparan dan lain sebagainya yang dikatakan atau diyakini oleh manusia sebagai penyebab kematian,Pada hal yang menghidupkan dan mematikan itu adalah Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT.bukan karena sebab-sebab lahir yang terlihat oleh manusia,hakikatnya jatah untuk hidup yang ditentukan olehNya sudah habis sehingga yang bernyawa itupun akhirnya mati. Berapa banyak kematian yang tidak terlihat sebabnya atau tidak diketahui sebab-sebabnya,seperti yang antara lain telah disebutkan diatas.Sejatinya bahwa untuk hidup bagi yang bernyawa itu diberi batas atau ajal oleh Allah Yang Maha Menentukan sehingga, bila batas atau ajalnya telah tiba maka berakhirlah hidupnya alias matilah dia.Tidak ada pengetahuan kita tentang batas atau ajal yang diberikan.Ini merupakan mutlak ditakdirkan oleh Allah atau itu adalah rahasia Allah SWT.Sebagaimana firmanNya : “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu).Apabila ajalnya tiba,mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun”.Q.S.7.Al-A’raf:34. Demikian pula menjadi rahasia Allah dan kita tidak diberi pengetahuan kepada kita oleh Allah tentang tempat dimana kita akan mati.Sebagaimana firmanNya : Artinya:”Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati”.Q.S.31.Luqman:34. Kita sudah maklum dan mengetahui dan malah menyaksikan berbagai ragam tempat orang menemui ajal atau kematiannya.Dirumah diatas tempat tidur,didapur,dikamar mandi,dirumah sakit,dipasar.dijalan diatas kendaraan,disungai dan dilautan diudara,disekolah dikantor,dipabrik,dimasjid,dimushalla,dihotel,direstoran dikedai kopi,atau dimana saja yang sudah ditentukan oleh Allah apakah ditempat-tempat yang baik atau ditempat-tempat yang tidak baik. Bila seseorang ditanya apakah tidak takut dengan mati atau kematian,umumnya mereka yang tidak beriman atau lemah imannya akan menjawab “takut” walaupun mati itu suatu kepastian katanya.Tetapi bagi orang yang memiliki iman yang kuat dan benar-benar sadar serta mengingat mati atau kematian itu suatu ketika pasti datang dan akan dialami maka,mereka akan menjawab “tidak takut” hanya agak risau karena rasanya persiapan untuk mengahadapi kehidupan dibalik kematian belum lagi terasa cukup. Oleh karena demikian maka,seyogianyalah kita senantiasa mengingat mati atau kematian itu karena kita sudah pasti akan mati dan kita tidak mengetahui kapan dan dimana ajal dan kematian akan menjemput kita Nabi Muhammad Rasulullah SAW.memperingatkan umatnya dengan hadits beliau dari Abi Hurairah r.a. Artinya:”Perbanyaklah mengingat yang memutuskan kelazatan (kenikmatan dunia),yaitu mati,karena tiada seorangpun yang mengingatnya ketika menglami kesempitan (kesukaran) hidup melainkan ingatan itu melapangkan untuknya,dan tiada yang mengingatnya ketik mengalami kelapangan (kesenangan) melainkan ingatan itu menyempitkan (kesenangan) itu untuknya”.HR.Ibnu Hibban dan Baihaqy. Dalam kitab Albayan watta’rif fi Asbabul Wurud Al-hadits Asy-Syarif oleh Ibnu Hamzah Al-Husaini Al-Hanafi Ad-Damsyiqi dan terjemahannya oleh H.M.Suwarta Wijaya B.A. dan Drs.Zafrullah Salim disebutkan: “Menurut cerita bu Hurairah,Rasulullah SAW bertemu dengan sekelompok orag-orang yang mengadakanpertemua.(karena sukarianya) mereka sering tertawa terbahak-bahak.Lalu nabi SAW mengingatkan soal mati dengan menyebutykan hadits diatas.Menurut riwayat Baihaqi,Rasulullah SAW masuk kedalam mesjid,dan beliau perhatikan orang-orang terlalu banyak membuat keributan (kekacauan),yang menyebabkan Nabi bersabda : “Perbanyaklah mengingat yang memutuskan kelezatan (kenikmatan dunia),yaitu mati”. Selanjutnya menyebutkan “ keterangan : Al Ghazali mengatakan dengan mengingat mati itu otrang menyempitkan kerongkongan (mengurangi) kelazatan dunia dan melepaskan sebagian dari keenangan (hobby)nya,yangkarena ingatan terhadap mati itu menerima kebanaran dari Allah.Mati itu memutuskankelezatan (kesenangan).Hadits diatas menggunakan istilah hadzimul ladzdzat.Mereka (ahli tasauf-pent.) berkata : “Tiada ingat mati itu masuk kedalam sebuah rumah,melainkan Allahmeredhai penghuninya yang Dia tetapkan untuk mereka.Abu Yunus berkata : “Katahuilah,hai anak keturunan orang-orang yang akan lenyap dan mati,,,,,,ketahuilah demi Allah,tiadalah mati itu untuk mengekalkan.AbuHamzah Al-Khurasani berkata: “Barangsiapa banyak mengingat mati akan timbul dalam dirinya perasaan menyukai setiap yang akan kekal dan menumbuhkan perasaan tidak suka terhadap setiap yang akan musnah (dunia).Manusia tak akan lepas dari dua macam keadaan: sempit (susah) dan lapang (senang),nikmat dan ujian.Bila dalam sempit dan menghadapi ujian,lalu ingat mati ,tentulah dia rasakan ujian itu belum seberapa (dibandig kesulitan hidup sesudah mati).Bila sedang senang dan ingat mati,terkendalilah tipuan-tipuan (duniawi) terhadap dirinya,danperasaan membanggakan kesenangan itu.Pendeknya suasana senang dan susah yang selalu disertai dengan mengingat mati akan mendekatkan manusia kepada Allah SWT.” Jadi apabila kita mengingat mati sedang dalam mengalami kesulitan dan kesusahan dunia maka, berbagai macam kesusahan dan kesulitan yang dialami didunia ini tidak akan ada yang terasa berat akan dijalaninya dengan sabar sebab suatu waktu kesusahan dan kesulitan itu akan berakhir jua,sedangkan kesusahan yang akan dialami pada waktu sakratul maut jauh lebih berat dan menakutkan daripada berbagai macam kesulitan dalam kehidupan dunia yang berubah-ubah dan fana.Dia tidak akan menyesali nasib apalagi putus asa menerima dan menanggung kesusahan dan kesulitan yang ditemuinya tetapi dia akan tetap dapat menerima dengan sabar dan tawakkal.Karena dia disadarkan dengan mengingat mati atau kematian yang menakutkan.Sebagaimana keterangan Nabi Muhammaad SAW.yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir yang artinya “Aku bertemu dengan orang-orang yang mengusung jenazah.Maka Rasulullah SAW.segera berdiri guna menghormati jenazah itu.Kamipun turut berdiri .Lalu kami berkata : Wahai Rasulullah,sesungguhnya jenazah itu adalah jenazah seorang perempuan Yahudi. Maka Nabi bersabda bahwa maut itu menakutkan.Maka apabila engkau melihat (usungan) jenazah berdirilah !.” Demikian pula apabila kita mengingat mati sedang dalam mendapatkan kesenangan dunia yang sifatnya sementara atau fana tidak kekal maka,berbagai kesenangan dunia akan menjadi pendorong bagi orang lalai untuk bersegera melaksanakan dan menekuni kegiatan ibadah,mu’amalah dan syari’’ah seolah-olah dia segera akan mati sesudah itu dalam rangka mengabdikan diri kepada Allah SWT.sehingga dia tidak dilalaikan oleh kesenangan-kesenangan dunia.Dia tidak akan bangga apalagi sombong dengan rahmat dan nikmat yang dikaruniakan kepadanya.Tetapi dia akan menjadikan nikmat dan rahmat sementara yang akan fana yang dikaruniakan kepadanya untuk mendekatkan dan mencari setinggi-tinggi keredhaan Allah SWT.Sehingga dia nantinya akan mendapatkan nikmat dan kesenangan yang abadi diakhirat kelak. Allah memberikan kesempatan kepada hambaNya untuk mendapatkan kehidupan dunia yang hasanah atau baik dan kehidupan akhirat yang hasanah atau baik,sebagaimana dfirmaNya : ومن يرد ثواب الدنيا نؤته منها ومن يرد ثواب الاخرة نؤته منها وسنجز الشّكرين Artinya:Siapa-siapa menghendaki pahala dunia niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu,dan siapa-siapa yang menghendaki pahala akhirat,Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu,dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.Q.S.3.Ali Imaran:145. Sebagai orang yang beriman kita telah diajarkan do’a untuk diberikan kehidupan yang bahagia didunia selama hayat dikandung badan sebelum mati atau kematian menjemput,dan bahagia diakhirat setelah dihidupkan kembali dari kematian yang pertama dan setelah yaumul hisab dilaksanakan nanti.Allah SWT.telah menjanjikan bahwa kehidupan dunia yang bahagia itu akan diberikan,demikian pula kehidupan akhirat ayang bahagia itupun akan diberikan terutama bagi orang-orang yang bersyukur. Apakah kita hanya cukup dengan mengingat mati atau kematian ? dan menggantungkan harapan dan do’a kepada Allah SWT sehingga kepada kita diberikan kehidupan yang bahagia didunia dan diakhirat,tentu tidak tetapi,kita perlu menyiapkan diri dan bekal yang cukup sehingga kedua-duanya diberikan kepada kita demikian pula untuk menghadapi mati dan kematian.Sebagai hamba Allah kita mempunyai kewajiban untuk mengabdi dan mengagungkanNya,dengan melaksanakan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah SWT dan Nabi Muhammad Rasulullah SAW.serta mensyukuri rahmat dan nikmat yang dikaruniakanNya mempergunakannya untuk dan pada jalan-jalan yang diridhaiNya.Dengan demikian kita akan mendapatkan kebahagiaan tidak hanya didunia tapi juga diakhirat nanti,dan akhirat itu tetap lebih utama.Sebagaimana firman Allah SWT. Artinya:”Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal”.Q.S.87.Al-A’la:17. Beroleh akhir hidup yang baik atau juga husnul khatimah merupakan dambaan bagi setiap orang yang beriman karena,Rasulullah mengatakan “siapa-siapa yang akhir perkataannya”Laa ilaha illallah maka dia masuk syurga”HR.Abu Dawud dan Hakim.Oleh karena itu pula maka,RasulullahSAW.menyuruh kita mentalqinkan orang yang akan meninggal,supaya membimbingnya dengan kalimat “Laa ilaha illallah”HR.Muslim. Sesudah kita mati jenazah kita akan dikuburkan dan sebelumnya dimandikan,dikafankan,dishalatkan kemudian diusung keperkuburan dengan diiringkan oleh sanak saudara handai taulan serta sahabat dan kawan-kawan,setelah sampai diperkuburan dimasukan kedalamnya,hingga selesai ditutup kuburan, kemudian para pengantar kembali ketempat mereka masing-masing.Tidak ada yang tinggal menyertai kita didalam kubur kecuali amal ibadah yang pernah dilakukan dan diperbuat selagi hayat didunia baik secara sembunyi maupun terang-terangan.Kekayaan,isteri atau suami,dan anak-anak,jabatan dll.yang semuanya pernah menjadi kebanggaan dan harapan bagi kebahagiaan serta mempengaruhi berbagai corak dan rona kehidupan.keduniaan,kita tinggalkan semuanya tidak ada yang menyertai atau mendampingi dalam kubur.Rasulullah pernah bersabda dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majjah yang bersumber dari Al-Bara bin ‘Azib.Kata Al-Bara:”kami pernah menyertai Rasulullah menguburkan jenazah.Beliau duduk dipinggir kuburan sambil menangis.Beliau bersabda:wahai kawan-kawanku,kalian akan seperti sekarang ini,maka bersiap-siaplah”. Apa yang akan kita alami setelah dikubur ?.banyak keterangan dari hadist-hadist sahih bahwa,ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab didalam kubur.Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab oleh pahala-pahala ibadah dan amal salih yang kita kerjakan atau lakukan.Jawaban pertanyaan-pertanyaan itu tidak dipelajari atau diajarakan sesudah kita mati. Dibalik kematian yang pertama kita akan dihidupkan kembali sesudah itu masih ada kehidupan lagi yaitu kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.Bagi orang-orang beriman ada yang langsung mendapatkan kehidupan yang menyenangkan dan membahagiakan yaitu langsung masuk syurga dan ada pula yang akan melalui azab dan penyiksaan terlebih dahulu sebelum diberikan kehidupan yang menyenangkan dan membahagiakan .Kita tidak dapat membayangkan bagaimana beratnya siksaan dan azab yang akan ditimpakan dan bagaimana cara dan bentuk penyiksaan tersebut,barangkali sebagiannya tersebut dalam ayat Al-qur`an dan Hadist Rasulullah SAW.Namun tentu sebagai orang beriman kita pasti mengharapkan diakhirat nanti tidak diazab atau disiksa tetapi mengharapkan keampunan Allah SWT.serta dimasukkan kedalam syurga tanpa mengalami azab dan penyiksaan terlebih dahulu..Sedangkan bagi orang-orang kafir yang mereka tidak mempercayai ada kehidupan sesudah kematian yang pertama maka,telah ditetapkan dan dijanjikan oleh Allah SWT.kehidupan diakhirat dalam penyiksaan dan azab neraka yang kekal abadi tanpa ada kesudahan atau akhir..
Oleh.zuardi zain

Baca Selengkapnya ....

BIRRUL WALIDAIN

Posted by ZUARDI ZAIN Minggu, 16 Agustus 2009 0 komentar
"DanTuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu,maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya,dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku ! Sayangilah keduany sebagaimana mereka telah mendidik aku pada waktu kecil”Q.S.17.Al-Isra’:23-24 Sari isi ayat tersebut: 1. Jangan menyembah selain Allah. 2. Supaya berbuat baik kepada ibu bapak. 3. Jangan mengucapkan semisal kata “AH” kepada ibu bapak. 4. Jangan membentak ibu bapak. 5. Berikan kasih sayang kepada ibu bapak 6. Mohonkan do’a kepada Allah agar memberikan kasih sayang kepada keduanya. Pada suatu hari tahun sembilan belas delapan puluhan seorang teman dengan kegiatan sehari-harinya sebagai seorang wiraswasta atau pengusaha muda yang berhasil, menyampaikan kepada kami (curhat) mengenai keluhan yang dialaminya dalam hidup kesehariannya.Dia mengatakan bahwa tidak merasa tenang alias gelisah, selalu saja ada gejolak dihati yang menjadikan hatinya tidak tenang, sementara tidak jelas penyebabnya.Padahal dari segi materi sudah lebih dari cukup demikian pula fasilitas yang dimiliki juga cukup memadai begitu pula dari segi keturunan dia diberikan amanah oleh Allah berupa anak baik laki-laki maupun perempuan.Sementara itu perusahaanya sedang berkembang dengan pesat Ditilik dari bidang agama dia teratur membayarkan zakat dan senang membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan seperti orang terlantar maupun orang miskin,dia suka memberikan infaq dn sedekah yang dianjurkan agama.Untuk ibadah shalat malah dia orang yang mencintai shalat dengan berjama’ah,sehingga apabila kita datang kekantor perusahaannya pada waktu-waktu menjelang masuk waktu shalat seperti shalat zuhur maka tidak ada karyawannya yang sedang bekerja tetapi semua sedang bersiap-siap untuk menuanaikan shalat,demikian pula menjelang masuk waktu ashar akan terlihat suasana yang sama. Kehidupannya dalam rumah tangga komunikasi dengan isteri dan anak-anaknya berlangsung dengan lancar dan baik.Pergaulannya ditengah-tengah masyarakat dimana dia berdomisili atau bertempat tinggal hubungan dengan tetangganya juga baik sehingga tidak ada orang keliling rumahnya yang tidak kenal dengannya bila ada tamu yang belum mengetahui persis rumahnya begitu ditanyakan kepada tetangganya pastilah akan diberitahukan atau ditunjukkan,ini tentu karena hubungannya dengan tetangga memang ada komunikasi yang terjalin dengan sesama tetangga.Demikian pula partisipanya dalam berbagai kegiatan dilingkungannya cukup tinggi sehingga berbagai keperluan kegiatan yamg memerlukan bantuannya akan selalu mendapat perhatian dan bantuannya. Namun kenapa dia dalam kesehariannya tidak merasakan sebuah ketenangan yang sepantasnya dia punyai atau dia rasakan.Ternyata setelah ditelusuri bagaimana hubungannya dengan orang tuanya atau ibu bapakanya,disinilah sebuah kewajibannya yang terabaikan.Bapaknya memang sudah sejak lama meninggal dunia yaitu semasa dia masih dalam usia remaja.Ibunya masih hidup dan tinggal sendirian didesa kelahirannya. Pada waktu ditanyakan apakah ibunya pernah diajak tinggal bersama isteri dan anak-anaknya ? dia menjawab pernah tetapi,ibu saya tidak betah atau tidak kerasan tinggal bersama isteri dan anak-anak saya,ibu hanya sempat tinggal bersama kami selama lebih kurang tiga bulan,kemudian dia bersikeras untuk kembali kekampung atau desa tempat kelahirannya.Berbagai cara telah kami tempuh supaya ibu tetap tinggal bersama kami namun tidak berhasil dan ibu tetap dengan pendiriannya untuk kembali tinggal dikampung atau didesa tempat kelahirannya,walaupun dia tinggal sendirian yang waktu malam ditemani oleh murid-murid yang mengaji dengan beliau. Kemudian teman tersebut mengatakan bahwa dia bersama isteri dan anak-anaknya hanya mengunjungi ibu setahun sekali pada waktu hari raya Idul Fitri,dan setiap bulan kebutuhan ibu selalu kami cukupi dengan mengirimkan uang yang kami anggap atau kami perkirakan dibutuhkan ibu,malah kami anggap kami telah memberikan jauh melebihi dari kebutuhan yang sesungguhnya dan ibu tidak pernah mengeluhkan apapun kepada kami baik kepada saya maupun kepada isteri ataupun kepada anak-anak kami. Ditanyakan kepada teman tersebut apakah pada waktu mengunjungi ibu kekampung setahun sekali itu dismbut dengan gembira oleh ibu ? jawabnya ibu sangat gembira sekali dapat berkumpul bersama saya,isteri dan anak-anak kami.Malah beliau terlihat sedih bila waktunya kami harus kembali kekota. Berdasarkan penuturan teman tersebut yang cukup panjang lebar maka,disarankan kepadanya supaya dalam waktu dekat dia beserta isteri dan anak-anaknya berangkat pulang kekampung untuk:Pertama memohon ma’af segenap kesalahannya,kesalahan isteri dan anak-anaknya kepada ibunya sampai ada jawaban bahwa ibu mema’afkan semua kesalahan mereka.Kedua setelah mendapatkan ma’af dari ibu maka ajaklah ibu bersama-sama pergi ziarah kekuburan bapak. Alahamdulillah saran ini diterima oleh teman tersebut dan dalam waktu relatif segera dia bersama isteri dan anak-anaknya melaksanakan saran tersebut sehingga,dalam pertemuan anak dan cucu serta menantu yang sebelumnya tersimpan perasaan yang tidak terungkapkan dengan penuh haru biru masing-masing deraian air matapun tak terbendung yang berlansuing beberapa saat dengan saling rangkul dan peluk cium yang dibasahi hujan air mata mereka larut dengan diabarengi ungkapan penyesalan dan kata yang terputus terbata-bata,akhirnya mereka melanjutkan ajakan kepada sang ibu untuk pergi ziarah kekuburan almarhum bapaknya.Mendengar ajakan anak kepada ibu untuk berziarah ini kembali air mata sang ibu bercucuran tak terbendung derasnya diiringi suara yang sayup-sayup sebagai ungkapan keharuan sang ibu yang selama ini,dalam bilangan hampir lima belasan tahun sang ibu rupanya hanya menziarahi kuburan almarhum suaminya seorang diri tanpa ada siapa-siapa yang mendampinginya.Putera puterinya ada empat orang tapi,semuanya tinggal berjauhan berlainan kota dengannya bahkan ada yang berjarak melewati beberapa provinsi dn berlainan pulau pula.Sepanjangperjalanan dari rumah menuju perkuburan dimana jasad suami tercinta ayah dari anak-anaknya serta kakek dari cucunya dimakamkan. Sesampai dipintu gerbang komplek perkuburan dengan terlebih dahulu membaca do’a ketika seorang muslim disuruh membacanya saat mendatangi perkuburan.Kembali lagi air mata mereka berjatuhan menyadari masa lalu yang begitu panjang terutama sianak dan menantu serta cucu-cucu yang jumlahnya tiga orang,tidak pernah melakukan kunjungan ziarah sejak mereka membina rumah tangga.Teman inipun begitu sampai dikuburan bapaknya langsung menyampaikan permohonan ma’af yang diikuti oleh isteri dan anak-anaknya.Lama juga waktu yang mereka gunakan sehingga walaupun mereka pergi agak pagi hari namun mereka baru meninggalkan komplek perkuburan setelah sinar matahari terasa pedih menyengat kulit kataklanlah sekitar pukul sepuluh lewat.Sebenarnya mereka tidak begitu merasakan sengatan terik matahari itu karena,mereka larut dalam perasaan keterharuan yang luar biasa sehingga mereka merasakan bagaikan berada ditaman syurga dengan perasan tenang plong dan bahagia yang diselimuti keharu biruan yang tidak pernah mereka rasakan sebelum ini. Sejak itu teman ini alhamdulillah diberikan ketenangan jiwa dan ditambah lagi dengan keharmonisan rumah tangga mereka yang sehari-hari lebih dirasakan kehangatan hubungan didalamnya.Dan sejak itu pula teman ini bersama isteri dan anak-anaknya selalu mendo’akan kedua orang tua mereka,bahkan ibu juga merasakan senang dan tenang tinggal serumah bersama anak menantu dan cucunyanya yang selalu ceria memberikan kasih sayang kepadanya. Sebelumnya mereka mengira bahwa dengan memberikan dana atau uang yang demikian banyak kepada ibu,sudah mereka anggap sebagai sikap yang sudah memadai untuk memberikan bakti atau berbuat baik kepada orang tuanya.Ternyata itu semua adalah hampa tanpa makna bagi ibu dan tidak memberikan ketenangan baginya terutama bagi teman ini begitu juga bagi isteri dan anak-anak mereka. Nyatalah bagi kita bahwa bukanlah materi yang menjadikan seorang hamba mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan tapi dibalik itu ada rahasia hidup yang perlu diungkapkan dalam sikap keseharian khususnya dalam hubungan dengan ibu dan bapak.Pada waktu sianak masih kecil maka ibu dan bapak yang memberikan kasih sayang ,sebaliknya pada waktu ibu dan bapak berada diusia lanjut maka sianak berkewajiban memberikan kasih sayang kepada ibu dan bapaknya.Inilah rahasia hidup yang wajib diungkapkan dengan sikap oleh seorang anak kepada orang tuanya baik kepada ibu mauipun kepada bapaknya. Semasa kedua orang tua masih ada nyawa dikandung badan mereka sepantasnyalah seorang anak berbuat baik kepada mereka.Apalagi bila mereka bersedia tinggal bersama dengan sianak merupakan sebuah kesempatan besar untuk membaktikan diri kepada mereka karena,pada ayat 23 surah Bani Israil Allah setelah memerintahkan jangan menyembah selain Dia kemudian menyuruh untuk berbuat ihsan kepada kedua orang tua atau ibu dan bapak.Apalagi setelah mereka sampai berusia lanjut.Namun hal ini tidak semua anak dapat dan mampu untuk melaksanakannya karena sangat tergantung kepada keimanan dan kesabaran seorang anak,apalagi sianak telah berumah tangga dan sudah pula mempunyai anak yang juga merupakan tanggung jawabnya. Barangkali semua anak manusia ingin membaktikan dirinya kepada orang tuanya apalagi anak-anak muslim.Namun ada saja halangan untuk melaksanakan keinginan tersebut,sering terlihat atau terbukti dalam kenyataan,isteri atau sebaliknya suami yang tidak setuju atau menjadi penghalang untuk melaksanakan keinginan tersebut.Salah satu cara supaya isteri atau suami tidak menjadi penghalang untuk melaksanakan keinginan tersebut adalah diperlukan semacam kontrak yang harus disepakati sebelum menikah bahwa kedua suami dan isteri bersedia dengan ikhlas hati dalam rangka pengabdian kepada Allah maka,mereka sepakat untuk berbuat ihsan kepada kedua orang tua mereka kedua belah pihak sampai dengan merawat mereka dan memberikan kasih sayang tinggal serumah dalam kehidupan mereka. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi anak-anak yang belum membina rumah tangga supaya kelak mereka tidak saling menyalahkan atau menjadi penghalang bagi salah satu pihak untuk berbakti kepada orang tuanya.Kontrak semacam ini suaatu hal yang terpuji bagi seorang anak yang saleh.Kontrak kerja saja biasa dilakukan dan begitu pula malah kontrak politik sudah merupakan suatu keharusan dikalang masyarakat,oleh karena itu maka sepantasanya pulalah bahwa salah satu bentuk kontrak dalam kehidupan ini adalah kontrak rumah tangga.Bagi seorang muslim pada masa yang akan datang hal ini malah sebuah keharusan supaya tidak terjadi perselisihan kelak setelah dihadapkan kepada permasalahan untuk birrul walidain.Bagi seorang muslim tidak sama dengan orang non muslim yang tidak mempunyai ajaran untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak sehingga,mereka membudayakan panti-panti jompo untuk tempat menitipkan orang tua mereka pada usia lanjut. Panti jompo bukanlah budaya Islam.Dan Islam tidak membudayakan pemeliharaan ibu dan bapak dengan menitipkan mereka dipanti jompo tapi,islam mengajarkan supaaya kita berbuat ihsan kepda ibu bapak dan diusahakan dapat tinggal bersama dalam pengasuhan dan mendapatkan kasih sayang dari anak dan dan cucu mereka.Disinilah kesempatan sianak dapat lebih banyak memberikan perhatian kepada ibu dan bapaknya.Sehingga manakala sianak berhasil mendapatkan redha ibu dan bapaknya dengan memberikan kasih sayang kepada mereka maka Allah pun akan meredhai kehidupan sianak karena,Rasulullah Muhammad SAW.mengingatkan dengan hadis beliau yang artinya “redha Allah terletak diatas redha kedua ibu dan bapak”. Disamping itu kita berbuat baik kepada ibu dan bapak merupakan salah satu amal perbuatan yang sangat dicintai oleh Allah SWT.sebagaimana hadis beliau dari Abdullah bin Mas’ud r.a.yang artinya;” Aku bertanya kepada nabi SAW.amal apakah yang paling dicintai Allah Ta’ala ? Beliau menjawab “shalat [pada waktunya” Kemudian aku bertanya lagi,apa lagi ? Beliau menjawab “berbuat baik kepda kedua orng tua”Aku berkata;;kemudian apa lagi ? Beliau menjawab “Jihad di jalan Allah”. Demikianlah semoga kita sebagai orang yang beriman dapat berbuat baik kepada ibu bapak yang masih hidup dengan memberikan kasih sayang kepada mereka dan mendo’akan mereka.Dan bagi orang tuanya yang sudah meninggal selalulah mohon do’a kepada Allah semoga diberikan keampunan kepada keduanya dan diberikan kasih sayang sebagaimana mereka telah memberikan kasih sayang kapada kita semasa kita masih kecil.”Siapa yang berbuat baik kepada ibu bapaknya niscaya anaknya akan berbuat baik pula kepadanya. oLEH:ZUARDI ZAIN

Baca Selengkapnya ....